Sabtu, 28 Februari 2015

Terorisme dan Bagaimana Uang Bekerja

Setiap aktivitas tentunya membutuhkan adanya dana. Apapun aktivitasnya, baik yang legal maupun ilegal sama-sama membutuhkan sokongan dana. Begitu pula dengan kegiatan terorisme. Layaknya sebuah kegiatan operasional, kegiatan terorisme juga membutuhkan dana untuk dapat melancarkan aktivitasnya. Dana dibutuhkan untuk memperoleh beberapa peralatan seperti bahan peledak maupun senjata. Namun, tentu saja peralatan tersebut bukanlah peralatan yang mudah didapat dan untuk memperolehnya harus dengan cara yang sangat rahasia agar dapat terendus oleh aparat penegak hukum.
Berikut ini ditampilkan beberapa serangan teroris dalam kurun waktu 2 dekade terakhir dan juga perkiraan dana yang dipakai dalam serangan tersebut:

 
Melihat data diatas, dana yang dibutuhkan untuk serangan teroris sesungguhnya relatif tidak banyak. Tetapi serangan tersebut telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi dunia. Selain banyaknya korban jiwa, sentimen dan stigma negatif terhadap kelompok atau masyarakat tertentu juga semakin mengkhawatirkan. akan tetapi selain untuk melakukan serangan teroris dana juga dibutuhkan untuk hal lain yang digunakan untuk mempersiapkan serangan yang tentunya membutuhkan dana yang cukup besar.

Untuk itulah mengapa banyak negara-negara di dunia semakin waspada dengan kegiatan-kegiatan teroris semacam ini. salah satu hal penting untuk menanggulanginya adalah dengan cara memperlajari tentang pendanaan kegiatan terorisme. Karena dengan mengetahui bagaimana uang bekerja dalam kegiatan terorisme, aparat penegak hukum dapat mencegah adanya serangan, mengetahui jaringan terorisme dan tentu saja lebih banyak nyawa yang bisa diselamarkan.

Apakah yang disebut dengan pendanaan teroris (Terorism Funding)
Pada tahun 1999, Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan upaya yang berbentuk kesepakatan internasional untuk memerangi terorisme dan juga mekanisme untuk m mendanai kegiatan tersebut. Dalam International Convension for the Suppresion of the Financing of Terrorism(1999), menyatakan bahwa tindakan pendanaan teroris adalah  sebagai berikut:

Seseorang atau Pihak yang mengumpulkan atau menyediakan pendanaan dengan sengaja untuk mendanai kegiatan yang dapat mengakibatkan kematian atau korban terhadap masyarakat umum atau pihak yang tidak berperan aktif dalam konflik bersenjata.

Organisasi teroris menggunakan dana untuk membiayai berbagai hal. Dana tersebut tidak hanya untuk mempersiapkan serangan namun juga untuk pengembangan dan pemeliharaan organisasi teroris, dan juga ideologi yang mereka pegang. Dana  dibutuhkan untuk menyebarkan ideologi mereka yang militan, membayar para anggota beserta keluarganya, mengatur perjalanan, melatih anggota-anggota baru, memalsu dokumen, menyuap, membeli senjata dan menentukan target serangan. Beberapa aktivitas lain yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, seperti propaganda dan sumbangan sosial juga diperlukan untuk memberikan legitimasi dan menyebarkan tujuan mereka melalui kegiatan terorisme.
Pendanaan teroris dibagi menjadi 2 fungsi:


  1.      .   Mendanai operasi teroris tertentu seperti biaya langsung yang berkaitan dengan suatu serangan.
  2.     .Biaya organisasi atau semacam biaya tidak langsung untuk pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur organisasi dan untuk menyebarkan ideologi dari organisasi teroris. 

Sumber Pendanaan Teroris
Kemudian darimanakah dana-dana untuk kegiatan teroris berasal? Dalam hal ini dana tersebut dapat berasal dari banyak sumber. Sumbernyapun dibagi menjadi 2 antara lain sumber dari kegiatan yang legal dan juga sumber yang berasal dari kegiatan ilegal.

Untuk yang berasal dari kegiatan legal antara lain adalah biaya sendiri, sumbangan baik dari sumbangan masyarakat atau organisasi nirlaba. Sedangkan dana yang berasal dari kegiatan ilegal dapat berasal dari penggelapan dana (fraud), bahkan hingga perdagangan narkoba. Tetapi selain itu ada pula kelompok teroris yang memiliki usaha lain seperti pertambangan intan di wilayah afrika.
·         Sumbangan

Sumbangan atau bantuan dari organisasi nirlaba merupakan ciri khas yang dapat dihubungkan kepada kegiatan teroris atau penyalahgunaan dana untuk kegiatan teroris. Para anggota teroris menggunakan kepercayaan dari masyarakat dan mempunyai akses ke sumber pendanaan. 
1.      Memalsukan tujuan sumbangan seperti memberikan keterangan mengumpulkan sumbangan untuk membantu anak yatim piatu namun pada akhirnya digunakan untuk kegiatan terorisme.
2.      Membentuk organisasi fiktif (shell company) yang menggalang dana dari masyarakat namun pada akhirnya digunakan untuk kegiatan terorisme.
3.      Ekploitasi, dalam artian sumbangan memang ditujukan untuk kegiatan sosial seperti membantu anak yatim piatu. Tetapi anak yatim piatu yang menerima bantuan adalah anak yang nantinya disiapkan untuk menjadi anggota teroris.

Kegiatan ilegal
·         Penculikan untuk meminta tebusan
Contoh kasus penculikan untuk meminta tebusan yang dilakukan oleh Teroris adalah pada kasus ISIS yang menyandera warga Jepang dan pilot asal Yordania.
·         Penyelundupan
Operasi penyelundupan melibatkan beberapa komoditi seperti tembakau, senjata, minyak, batu mulia, emas perak  dan juga hasil pertanian bahkan perdagangan manusia banyak dilakukan oleh organisasi teroris seperti Irish Republic Army(IRA), LTTE, Partiya Karkeren Kurdistan(PKK), Northen Alliance dan lain-lain
·         Perdagangan narkoba
Laporan mengenai peran komoditas yang berasal dari perdagangan narkoba dan juga obat terlarang lainnya termasuk melibatkan beberapa organisasi terorris seperti Liberation Tigers of Tamil Eelam(LTTE), Kosova Liberation Army(KLA), Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia (FARC) dan juga Autodefensas Unida de Colombia (AUC)

Pengiriman Uang Dengan Hawala
Kemudian ketika dana sudah didapat, maka proses selanjutnya adalah bagaimana dana tersebut dapat didistribusikan. Beberapa cara dapat dilakukan, ada yang menggunakan transfer antar bank, tetapi ada juga yang menggunakan proses pencucian uang. Tetapi, ada satu peroses pengiriman yang lebih aman, yaitu adalah Hawala. Proses ini sebenarnya memiliki banyak istilah dan banyak digunakan oleh imigran-imigran di beberapa negara. Biasanya Hawala ini digunakan oleh imigran untuk mengirimkan uang kepada sanak saudaranya di negara asal, namun tak jarang cara ini disalahgunakan untuk keperluan pendanaan teroris.

Definisi Hawala
Hawala adala alternatif dari sistem pengiriman uang. Hawala ada dan bekeja diluar sistem keuangan dan perbankan tradisional. Pertama kali digunakan di India, sebelum digunakannya sistem perbankan a la barat dan merupakan sistem yang digunakan di seluruh dunia. Hawala juga biasa disebut sebagai “underground banking”, istilah ini sebetulnya tidak sepenuhnya benar karena mereka juga bekerja secara terbuka dan pelayanan pada sistem ini biasanya juga dipasarkan secara luas.

Komponen yang membedakan hawala dengan sistem pengiriman uang yang lainnya adalah kepercayaan dan membutuhkan koneksi yang luas seperti hubungan kekeluargaan dan hubungan kedaerahan. Berbeda dengan sistem perbankan secara umum, hawala menggunakan proses negosiasi yang seminimal mungkin. Kemudian, sistem pengiriman uang juga menggunakan komunikasi jaringan hawaladar atau hawala dealer.

Bagaimana Hawala Bekerja
Pengiriman uang dalam sistem hawala sebenarnya menggunakan sistem pengiriman tanpa mengirimkannya. Pengiriman seperti inilah yang sering digunakan dalam kasus pencucian uang –money laundering.
Untuk mengetahui bagaimana sistem hawala bekerja, maka akan digambarkan dalam ilustrasi berikut.

 

Pada ilustrasi di atas dijelaskan, Abdul seorang imigran asal Pakistan yang bekerja di New York sebagai supir taksi. Suatu hari dia ingin mengirimkan sejumlah uang sebanyak $5,000 kepada saudaranya, Mohammad yang berada di Karachi, Pakistan. Berdasarkan beberapa info dari kenalannya, Abdul menemui Yasmeen, seorang yang memiliki usaha toko alat musik dan juga agen perjalanan. Tetapi Yasmeen juga memiliki usaha lain sebagai hawaladar yang melayani jasa pengiriman uang dengan sistem hawala. Abdul kemudian menghubungi Yasmeen dan kemudian Yasmeen memberikan tawaran dan persyaratan antara lain:

  • Biaya sebesar 1 rupee per dollar yang dikirimkan.
  • Kurs 37 rupee per dolar sudah termasuk biaya pengiriman.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Abdul mengirimkan kepada Mohammad sebesar 180,000 rupee. Abdul akhirnya setuju dengan tawaran tersebut. Transaksi yang terjadi kemudian antara lain

  •  Abdul memberi $5,000 kepada Yasmeen
  • Yasmeen menelpon Ghulam salah satu temannya di Karachi dan memberitahu rincian transaksinya
  • Ketika uang telah diserahkan, Ghulam memberikan laporan bahwa uang telah dikirimkan kepada Mohammad
Walaupun sistem seperti ini terlihat sederhana, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam transaksi ini. pertama, ada kepercayaan antara Abdul & Yasmeen. Yasmeen tidak memberikan bukti transaksi kepada Abdul dan pencatatan yang dilakukan oleh Yasmeen atau semacamnya hanya digunakan untuk mencatat berapa hutang Yasmeen kepada Ghulam. Ada beberapa kemungkinan hubungan apa yang terjadi antara Yasmeen dan Ghulam, dalam hal ini Yasmeen juga mempunyai kepercayaan bahwa Ghulam akan memberi uangnnya kepada Mohammad. Pengiriman ini biasanya hanya memakan waktu beberapa hari sejak terjadinya kesepakatan, dan untuk pembayarannya dilakukan secara personal. Dan karena hawala bersasarkan kepercayaan, Ghulam percaya saja bahwa Yasmeen  akan membayar hutang Ghulam sebesar $5,000 atau 180,000 rupee.
Dalam sistem Hawala, koneksi adalah hal yang penting. Jaringan Hawala juga cukup longgar, komunikasi biasanya menggunakan telepon, fax ataupun email.
Kesimpulannya adalah, ada 2 pihak yang berhubungan. Yang pertama adalah hubungan antara Yasmeen dan Ghulam dan kedua adalah bagaimana Ghulam mengirimkan uang yang akan diterima oleh Mohammad dari Abdul.
Mengapa lebih memilih hawala
Ketika kita membandingkan dengan sistem pengiriman uang yang sudah ada, hawala terlihat sangat beresiko. Tetapi ada beberapa alasan mengapa orang lebih memilih hawala ketimbang sistem pengiriman biasa>

  1. Efektivitas
  2. Effisiensi
  3. Keandalan
  4. Birokrasi
  5. Minimnya dokumen yang diperlukan
  6. Tidak dikenakan pajak

Bagaimana Hawala digunakan untuk praktek pencucian uang
Ada beberapa istilah yang membagi hawala. Melihat ilustrasi diatas, yang hanya sebatas pengiriman uang dari satu pihak ke pihak lain, maka ini disebut dengan white hawala. Sedangkan ada pula transaksi hawala yang digunakan dalam tindakan kriminal seperti pencucian uang, inilah yang disebut dengan black hawala.
Pencucian uang atau money lundering terbagi menjadi 3 tahapan: placement, layering dan integration. Karena hawala adalah sistem pengiriman uang, hawala dapat digunakan dalam salah satu tahapan.
Dalam proses placement, uang diperoleh dari aktivitas kriminal yang dimasukan ke dalam sistem keuangan. Dalam skema pencucian uang, masalahnya adalah bagaimana menangani uang. Beberapa jurisdiksi seperti Amerika Serikat membutuhkan pelaporan oleh lembaga keuangan untuk sejumlah. transaksi (di US sebesar US$10,000), dan perbuatan mencoba untuk menghindari persyaratan pelaporan tersebut dengan membuat transaksi lebih kecil merupakan pelanggaran.

Hawala bisa memberikan efektivitas dalam proses placement. Sebagai contoh Abdul memberikan uang sejumlah $5,000. Karena Yasmeen juga mengelola usaha lain(toko musik dan agen perjalanan), dia akan menyetorkan sejumlah uang kepada bank. Dia akan melaporkan uang tersebut sebagai hasil usahanya. Atau dia tidak akan melaporkannya , karena jika dilaporkan tentu akan menimbulkan kecurigaan. Dia juga akan menggunakan uang biaya perusahaan yang diterima,  menurunkan kebutuhannnya untuk dimasukan ke rekening.

Dalam tahap layering, pencuci uang memanipulasi uang hasil kejahatan agar terlihat seakan-akan berasal dari sumber yang legal. Komponen setiap tahapan layering pada umumnya, uang ditransfer melalui satu rekening ke rekening lainnya. Biarpun proses ini telah dilakukan dengan sangat hati-hati, proses layering dengan menggunakan transfer bannk yang biasa  tetap memiliki resiko. Pertama, dalam transfer bank pada umumnya transfer bank tertentu tetap dapat dianggap menjadi transaksi yang mencurigakan. Karena pada transfer seperti ini tetap menggunakan dokumen-dokumen sehingga dapat dilacak. Jika jumlah uang yang dicuci diteliti, dokumen-dokumen yang terkait akan membuat para penyelidik mengetahui sumber uang tersebut dan dapat mengungkapkannya.

Transfer hawala memakai dokumen yang membingungkan. Bahkan ketika pemalsuan bukti transaksi digunakan, gabungan antara barang yang legal dan uang haram akan sulit untuk dibedakan. Penyelidikan telah dilakukan mengenai proses layering pada sistem hawala dan ditemukan bahwa transaksi hawala yang paling sederhana saja sudah sangat sulit untuk dilacak dan dihubungkan pada tindakan kriminal tertentu.

Pada tahapan akhir dalam pencucian uang, para pelaku menginvestasikan uangnya pada asset tertentu, digunakan untuk bersenang-senang atau digunakan untuk kegiatan ilegal, ada persamaan karakteristik dimana sistem hawala dapat digunakan dalam tahapan layering ataupun integration. Yaitu adalah ketika uang dapat terlihat bersih dan teknik dalam hawala dapat memungkinkan uang dirubah dalam bentuk apapun.


Mengetahui proses pendanaan Terorisme
Untuk mengetahui tentang proses pendanaan terorisme dapat dilakukan dengan beberapa cara. Namun agar cara yang diambil dapat berjalan secara efektif harus melibatkan banyak pihak. Tentu pemerintah memegang peranan penting dalam hal ini. sebagai contoh di Australia, negara ini banyak dijadikan negara tujuan pelarian dari negara-negara konflik seperti di Timur Tengah. Maka dari itu, pemerintah Australia melalui AUSTRAC(Australian Transaction Reports and Analysis Centre), lembaga semacam PPATK di Indonesia, melakukan pengawasan terhadap kegiatan  transaksi yang disinyalir merupakan kegiatan pendanaan terorisme. Melalui laporan pendanaan terorisme yang dikeluarkan tahun 2014. Dalam laporan tersebut AUSTRAC meneliti beberapa transaksi yang menjadi indikator terjadinya pendanaan teroris antara lain:
Ø  Setoran atau penarikan kas dan juga transfer dana internasional yang menuju ke daerah konflik. Transaksi seperti ini menuju ke beberapa rekening tetapi dalam satu entitas.
Ø  Beberapa nasabah yang melakukan pengiriman uang internasional ke daerah konflik.
Ø  Nasabah yang menggunakan variasi nama ketikan mengirimkan uang ke suatu daerah konflik.
Ø  Setoran dan penarikan kas dari dan kepada rekening organisasi nirlaba tertentu.
Ø  Transfer dari seorang individu atau organisasi kepada organisasi teroris atau organisasi lain yang terkait dengan organisasi teroris tertentu.
Ø  Mentransfer sejumlah dana dari rekening perusahaan yang benar-benar baru kepada perusahaan penjual bahan-bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat bom.
Ø  Aktivitas rekening yang meningkat secara tiba-tiba, inkonsisten dengan profil dari nasabah.
Bagaimana dengan di Indonesia. Negara ini berkali-kali terkena serangan teroris, untuk itu perlu adanya kewaspadaan dari banyak pihak. Peran pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi terortisme sudah menunjukkan keberhasilan yang sangat berarti, tetapi masih banyak yang perlu dihadapo untuk menciptakan perasaan aman di masyarakat dari aksi-aksi terorisme. Pasca penangkapan pelaku-pelaku tindakan terorisme dan penjatuhan hukuman terbukti telah memberikan efek jera. Tetapi bukan berarti Indonesia telah terbebas dari ancaman-ancaman terorisme.
Untuk mencegah pendanaan terorisme pemerintah Indonesia juga mengeluarkan undang-undang terkait tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme yang tercantum dalam UU No. 9 Tahun 2013. Undang-undang tersebut ditujukan kepada penyedia jasa keuangan untuk dapat mengidentifikasi transaksi keuangan mencurigakan terkait dengan pendanaan terorisme. Untuk menindaklanjuti UU tersebut, Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan(PPATK) mengeluarkan peraturan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Nomor: PER-4/1.02/PPATK/03/2014 tentang identifikasi transaksis keuangan mencurigakan bagi penyedia jasa keuangan.
Kemudian menurut PPATK beberapa transaksi yang dapat dicurigai sebagai tindakan pencucian uang adalah sebagai berikut:
  1.  Masuknya dana tunai ke dalam sistem keuangan; dengan jumlah yang mencolok Transaksi keuangan yang dilakukan secara tunai dalam jumlah kumulatif sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) atau lebih atau nilai yang setara, baik dilakukan dalam satu kali transaksi maupun beberapa kali transaksi dalam 1 (satu) hari kerja.
  2. Pembawaan uang tunai melewati batas negara (cross-border);
  3. Transfer antar sistem keuangan;
  4.  Transfer dari sistem keuangan ke luar sistem keuangan;
  5.  Pengambilalihan saham atau aset lainnya;
  6. Penggabungan perusahaan;
  7. Pembentukan kelompok usaha .

Indonesia memberi perhatian besar terhadap tindak pidana lintas negara yang terorganisir seperti pencucian uang dan juga terorisme. Salah satu upaya indonesia adalah dengan bergabung dengan Asia Pacific Group on Money Laundering
Kesimpulan
Tindakan terorisme masih merupakan ancaman di masa yang akan datang. Biarpun pelakunya telah tertangkap hal tersebut tidak menjamin tindakan terorisme akan berhenti begitu saja. Satu hal yang dapat mencegah kegiatan terorisme adalah dengan mengetahui bagaimana uang bekerja dalam tindakan tersebut. Walaupun dana yang digunakan dalam tindakan terorisme tidak begitu besar, namun mampu memberikan kerugian yang cukup luar biasa dan tentunya korban jiwa. Untuk itu banyak pihak harus terlibat dalam pencegahan tindakan pendanaan terorisme. Baik pemerintah, penegak hukum maupun masyarakat harus berperan aktif di dalamnya. Pemerintah melalui beberapa lembaga dan dibantu oleh aparat penegak hukum berperan dalam pengawasan. Sementara masyarakat umum harus lebih waspada tentang media apa saja yang kira-kira dapat dimanfaatkan oleh teroris dalam menghimpun dana.

Daftar Pustaka

Australian Transaction Reports and Analysis Centre. 2014. Terrorism Financing In Australia 2014. Annual Report, West Chatswood: Australian Transaction Reports and Analysis Centre.
Counter Terrorism Implementation Task Force. 2009. Tackling The Financing On Terrorism. CTITF Working Group Report, New York: United Nations.
Financial Action Task Force. 2008. “Terrorist Financing.”
Jost, Patrick M., dan Harjit Singh Sandhu. 2004. “The Hawala Alternative Remittance System and its Rolein Money Laundering.” Financial Crime Enforcement Network.
KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. 2008. KEPUTUSAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN NOMOR: KEP-13/1.02.2/PPATK/02/08 TENTANG PEDOMAN IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN TERKAIT PENDANAAN TERORISME BAGI PENYEDIA JASA KEUANGAN. Jakarta: KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN.
PASSAS, NIKOS, dan KIMBERLY JONES. 2006. “COMMODITIES AND TERRORIST FINANCING: FOCUS ON DIAMONDS.” European Journal on Criminal Policy and Research 1-33.
PUSAT PELAPORAN DANANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. 2014. PERATURAN KEPALAPUSAT PELAPORAN DANANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN NOMOR: PER- 04/ 1.02/PPATK/03/20l4 TENTANGPERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALAPUSAT PELAPORAN DANANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN NOMOR: PER-ll/ 1.02/PPATK/06/20l3 TENTANG IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGA. JAKARTA: PUSAT PELAPORAN DANANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN.







Minggu, 28 Desember 2014

Dibalik Meruginya Film Stand By Me di Indonesia


Sudah menonton film Doraemon Stand By Me? Bagaimana filmnya? Memuaskan? Mengecewakan? Atau biasa saja? Dimana anda menonton? Langsung di bioskop atau download dari Internet?

Film Doraemon: Stand By Me bisa jadi merupakan salah satu film yang paling ditunggu selama tahun 2014 ini. Dari yang masih kecil hingga yang sudah berumur tentu sangat mengenal robot kucing yang mempunyai kantong ajaib yang satu ini. maka tentu saja film ini diramalkan akan dibanjiri penonton. Apalagi dalam trailernya tertulis bahwa film merupakan film pamungkas yang mengakhiri serial Doraemon yang sudah tayang dari tahun 1980an, maka sudah tentu film ini membuat penasaran para penggemarnya.

Stand By Me sudah tayang sejak bulan Agustus di negara asalnya. Namun penggemar di Indonesia harus bersabar karena di Indonesia belum ada pemegang lisensi resmi yang menayangkan film tersebut. Dalam beberapa review sebelum filmnya rilis di pasaran sudah banyak media yang membahas tentang film ini. Ditambah lagi dengan trailernya yang dikemas dengan cukup apik dan juga animasinya yang tidak kalah dengan film-film Disney maupun Dreamwork. Dalam beberapa adegan dalam trailer film animasi ini terlihat begitu menyentuh dan diperkirakan akan membuat para penggemar yang menontonnya menitikkan air mata.
Dan setelah beberapa bulan menunggu, film Stand By Me akhirnya hadir di Indonesia. Film Ini ditayangkan di Blitz Megaplex di seluruh Indonesia. Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, film ini memang dibanjiri penonton yang penasaran akan film pamungkas serial ini. Tetapi hal ini hanya sementara saja. Selang beberapa hari setelah penayangan perdana, film ini ternyata sudah dapat di download di internet! Lebihnya lagi, kualitas dari film ini sudah setingkat blu-ray dan (anehnya) sudah dilengkapi subtitle berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Hal ini tentu saja menimbulkan kehebohan di diantara para netizen. Di beberapa media sosial seperti facebook dan twitter bermunculan tautan untuk mendownload film tersebut. Akibatnya lebih banyak penonton yang lebih memilih mendownload filmnya daripada menonton di bioskop. Hal ini merugikan pihak yang memegang lisensi penayangan film ini. Lebih parahnya lagi, rumah produksi film ini akan menarik lisensi penayangan film-film yang akan tayang berikutnya seperti Naruto the Movie dan juga Attack On Titan.

Sebenarnya bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Sebagai seorang penggemar film, saya bilang sebenarnya fenomena pembajakan seperti ini memang sudah sering terjadi, bahkan boleh dikatakan pasti terjadi. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya film (lebih sering film Hollywood) di internet dalam selang waktu beberapa bulan sejak penayangan perdana film tersebut. Film-film yang beredar di internet dibedangan berdasarkan kualitas gambarnya. Mulai dari yang kualitasnya sangat buruk, CAM atau TS, yang gambarnya sangat gelap dan suaranya bercampur dengan suara-suara penonton. Hingga yang kualitasnya sangat bagus seperti Blu-Ray maupun WEB-DL. Biasanya film yang muncul di Internet muncul pertama kali, selang BEBERAPA HARI dari penayangan perdana, dengan kualitas CAM maupun TS. Untuk film yang berkualitas buruk seperti ini tentu bukan untuk dinikmati, namun tetap diminati hanya sekedar untuk mengobati rasa penasaran. Sedangkan yang berkualitas Blu-Ray akan muncul beberapa bulan setelahnya, biasanya selang 3-4 bulan.  

Sedang dalam kasus Stand By Me, film yang beredar di Internet kualitas gambarnya sudah bagus. Ini bisa terjadi karena penayangan di Indonesia sudah selang waktu beberapa bulan dari penayangan perdananya di Jepang. Tetapi yang jadi pertanyaan adalah mengapa film yang bisa didownload tersebut sudah dilengkapi hard subtitle berbahasa Indonesia? Padahal biasanya film hasil download adalah yang tanpa subtitle sedangkan subtitle dapat didownload secara terpisah di website lain seperti subscene.com. Disinyalir orang-orang dari Indonesialah yang membajak film tersebut. Atau kemungkinan yang lain, ada orang yang mengupload film tersebut terlebih dahulu tanpa subtittle kemudian didownload dan ditambahkan hard subtitle dan akhirnya diupload kembali.


Pembajakan seperti ini tentu saja sangat merugikan rumah produksi terlebih lagi pemegang lisensi. Namun hal ini dapat diantisipasi oleh pemegang lisensi. Saran saya sebagai penggemar film, akan lebih baik jika pemegang lisensi bernegosiasi dengan rumah produksi agar film dapat ditayangkan tidah berselang waktu jauh dari penayangan perdana. Hal ini ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kerugian, karena fenomena pembajakan seperti ini masih belum dapat ditanggulangi. Apalagi dengan banyaknya jumlah penggemar film-film anime jepang, tentu ketika film ditayangkan lebih cepat maka para penonton akan lebih memilih untuk menonton di bioskop. Karena biar bagaimanapun menonton di bioskop selalu memberikan sensasi tersendiri daripada menonton di rumah. 

Kamis, 30 Oktober 2014

Anime Gin No Saji dan Sedikit Pandangan tentang Pendidikan Indonesia

Anime mungkin sesuatu yang akrab banget sama generasi yang lahir 90-an. Gimana enggak? Setelah seminggu penuh sekolah, maka pada hari minggu kita biasanya bakal santai-santai seharian. Dan tontonan wajib kita tak lain adalah anime. Dari terbit fajar sampe siang bolong, deretan anime selalu ada untuk menemani hari minggu kita. Mulai dari doraemon sampai dragon ball, kita semua tentu hafal dari A-Z. Tetapi seiring berjalannya waktu, anime makin susah ditemukan. Tayangan diganti sama sinetron ato acara tv lain yang sebenarnya ga bermutu.

Sebagai bagian dari generasi 90-an, saya masih suka nonton anime hingga sekarang. Walaupun umur saya sudah kepala 2, saya masih suka mengikuti anime. Untuk mendapatkan anime sekarang ini, biasanya saya mendownload dari situs-situs tertentu atau kalau tidak mau lama menunggu siapkan saja flash disk dan pergi ke warnet, copy-paste, tontonan anime siap dinikmati dan lebih nikmat lagi kalau ditemani secangkir teh atau makanan kecil.

Belakangan ini saya lagi suka nonton anime yang bergenre komedi. Kebetulan saya juga lagi bosan sama anime yang isinya superhero, jurus maut, monster dan sebagaimana anime mainstream pada umumnya. Setelah browsing di beberapa situs dan blog, akhirnya saya menemukan 1 buah anime berjudul ‘Gin No Saji’ atau jika ditranslate menjadi “Silver Spoon”. Segera saja saya menuju warnet langganan saya yang lengkap menyediakan film khususnya anime.


Anime berjudul Gin No Saji ini sebetulnya anime dengan ide cerita yang sangat sederhana, yaitu anak remaja yang bersekolah di akademi peternakan setingkat SMA(mungkin sejenis SMK kalo di Indonesia). Diangkat dari komik yang berjudul sama, karangan Hiromu Arakawa yang populer dengan karyanya yang sudah kita kenal, Fullmetal Alchemist. Menceritakan seorang Yugo Hachiken, seorang remaja yang terdampar di akademi agrikultural Yezo yang terletak di Hokaido. Yugo yang berasal dari Sapporo akhirnya bersekolah di akademi karena keinginannya yang ingin pergi jauh dari orang tuanya. Berbeda dengan teman-teman sekolahnya, dia sebenarnya gak punya minat dalam bidang agrikultur. Itu terlihat ketika pada pertama masuk sekolah dia sangat tidak tahan harus berkotor-ria mengurus hewan ternak yang bau. Tetapi dibalik itu semua, sebenarnya dia sangat iri melihat teman-temannya yang sudah memiliki tujuan hidup, sementara dia belum punya tujuan apa-apa.

Dalam ceritanya, Yugo bertemu dengan bermacam-macam teman baru dan juga guru-guru yang memiliki kemampuan dan kepribadian yang unik. Kemudian akhirnya dia belajar bahwa kehidupan di sekolah agrikultur Yezo sangatlah berat. Perlahan Yugo dapat menyesuaikan dengan lingkungan barunya itu. Dia juga akhirnya berubah yang semula merupakan remaja yang tak acuh hingga menjadi orang yang penuh empati dan semangat, ini semua karena dia belajar bagaimana dunia agrikultur telah merubah hidupnya dan teman-temannya.

Secara keseluruhan anime ini menceritakan kehidupan Yugo dan teman-temannya sebagai siswa sekolah agrikultur. Mengikuti pelajaran di kelas, praktikum lapangan, mengurus ternak adalah kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan setiap siswa. Selain mengikuti kegiatan sekolah Yugo dan teman-temannya juga diwajibkan untuk mengikuti kegiatan di klub sekolah. Selain itu, anime ini juga dibumbui oleh adegan-adegan kocak sebagaimana film anime bergenre komedi.

Selain menceritakan kehidupan murid sekolah. Dalam anime ini juga terselip ilmu bidang agrikultur, seperti peternakan dan pertanian. Dalam beberapa adegan beberapa tokoh dalam anime ini juga sering terlibat dialog mengenai masalah-masalah pertanian dan peternakan. Terkadang muncul istilah-istilah dalam agrikultur yang dijelaskan oleh para tokohnya dengan bahasa yang bisa dibilang cukup sederhana. Jadi selain mendapatkan hiburan, kita juga mendapatkan ilmu tentang agrikultural. anime ini bisa menjadi alternatif yang sangat recomended jika anda bosan dengan anime bertema superhero yang itu-itu saja.

Setelah menonton anime ini, pemikiran saya tentang pendidikan menjadi terbuka. Dari beberapa anime yang pernah saya tonton sebelumnya ada beberapa yang mengandung unsur edukasi. Jika Gin No Saji terdapat pengetahuan mengenai agrikultur maka beberapa anime lain seperti Samurai X yang memasukan unsur sejarah di dalamnya. Memang tidak begitu mengena, namun setidaknya dapat mengenalkan sejarah ke anak-anak yang biasanya menggemari film kartun

Selain itu, game buatan jepang juga ada beberapa yang memasukan unsur edukasi di dalamnya. Sebut saja game Samurai Warrior yang sangat laris tidak hanya di Jepang, namun juga di Indonesia. Perusahaan pengembangnya, Koei mungkin ingin mengajak para gamer untuk merasakan suasana peperangan yang terjadi dan menjadi bagian dari sejarah ketika mereka bermain menggunakan tokoh-tokoh yang ada dalam game tersebut seperti Yukimura Sanada atau Oda Nobunaga.

Dalam hal ini Jepang berani menggunakan media-media seperti komik(manga), film kartun dan video game sebagai sarana pendidikan. Beberapa hal yang sangat dipandang sebelah mata oleh orang Indonesia. Mungkin sama seperti yang lain, saya sebagai generasi 90-an yang tidak kekurangan hiburan pasti  pernah mendapat teguran dari orang tua,”kamu kok senengnya nonton kartun terus. Nanti jadi bodo lo”. Kalimat seperti itu pasti sering terdengar di antara kita. Namun jika mereka mau berpikir sedikit saja. Sebenarnya banyak sekali pelajaran moral yang didapat dari film kartun.
Barangkali kita mendapat pelajaran tentang persahabatan dari film Naruto. Belajar tentang kerjasama tim yang solid dari film Captain Tsubasa. Atau kita belajar tentang pentingnya menghormati guru dari film Kungfu Boy. Hal-hal semacam itulah yang mungkin tidak akan pernah kita pelajari dari buku pelajaran. Namun semakin kesini, kesenangan kita dan media pembelajaran moral kita semakin berkurang. Diganti dengan program-program yang justru malah bersifat merusak.

Mungkin ada baiknya kita sedikit menengok ke negara yang dahulu pernah menganggap diri mereka saudara tua. Walaupun mereka tadinya pernah meninggalkan derita kepada kita, namun tak ada salahnya kita belajar dari mereka. Setidaknya mereka yang dahulu menjajah kita telah menemukan cara bagaimana belajar tidak terasa membosankan. Mereka juga telah menemukan cara belajar yang menyenangkan dimana memadukan edukasi dan entertainment. Cara yang cukup brilian mencampurkan ilmu pengetahuan, seni, teknologi dan hiburan yang dimana hasilnya secara tak langsung dapat juga kita nikmati.

Kemudian muncul pertanyaan, apakah kita bisa seperti mereka? Maka saya akan menjawab, ya tentu saja. Di Indonesia saya yakin tidak akan kekurangan orang-orang yang kreatif dan peduli kepada kondisi moral bangsa. Dengan adanya orang-orang yang kreatif tersebut, kita akan merubah cara belajar kita yang tadinya membosankan menjadi lebih menyenangkan. Dengan lebih memberilan mereka ruang & kesempatan kepada para pelaku industri kreatif. Tentunya juga kerjasama dari banyak pihak. banyak cara yang dapat dilakukan, asalkan ada niat.

Boleh jadi sebentar lagi kita akan mudah mempelajari sejarah dengan video game seperti samurai warriors namun dengan setting kerajaan Majapahit. Atau kita akan memainkan game tembak-tembakkan tetapi dengan berlatar serangan umum 1 maret atau Bandung lautan api. 

Sekarang ini mungkin adalah saat yang tepat. Dengan pemimpin yang aktif menggencarkan ‘revolusi mental’ dan menteri pendidikan yang memiliki visi. Kita pasti memiliki kesempatan untuk berubah ke arah yang jauh lebih baik lagi. 

Senin, 25 Agustus 2014

Dibalik Hasanah Bolkiah Trophy 2014: Sebuah Opini Ngawur


Hasanah Bolkiah Trophy 2014 merupakan satu pukulan berat untuk Timnas Indoneisa U-19. Dari 5 kali bertanding, skuad Garuda Muda hanya mampu mengumpulkan 4 poin dengan rincian 1 kali menang, 1 kali seri dan 3 kali kalah. Ironisnya lagi, Timnas U-19 dikalahkan oleh tim-tim yang boleh dikatakan levelnya dibawah(Vietnam, Brunei & Kamboja). Dengan tingginya ekspektasi dari suporter Indonesia, kegagalan ini tentu mengundang banyak kritik dan juga kecaman dari banyak kalangan. Bagainama tidak? Anak-anak asuhan Indra Sjafri ini tampil begitu baik di piala AFF 2013 dan sangat heroik di kualifikasi piala Asia 2014. Belum lagi hasil yang didapat di sejumlah uji coba dimana sebagian besar berujung dengan kemenangan. Tetapi serangkaian hasil bagus tersebut seakan-akan tak berarti di HBT 2014, Garuda Muda menggelepar.

Banyak kecaman dan kritikan datang. Beberapa opini muncul bahwa timnas U-19 kelelahan atau strategi yang diterapkan oleh Indra Sjafri jadi mudah ditebak. Beberapa opini tersebut memang ada benarnya. Biar bagaimanapun, tim ini memang harus berbenah. Kekurangan masih ada di berbagai hal dan Piala Asia sudah menunggu di depan mata. Tapi dibalik semua kritikan yang ada, saya pribadi melihat adanya sebuah keanehan dalam timnas U-19. Dari hasil yang sudah terjadi: main imbang dengan Malaysia, kalah 3-1 dari Brunei dan Vietnam dan juga kalah 2-1 dari Kamboja(yang biasanya jadi bulan-bulanan timnas), saya jadi berpikir apa jangan-jangan ada unsur kesengajaan tim Garuda Jaya MENGALAH? Kok bisa? Mari kita bahas.

Sejak munculnya tim ini(yang sebelumnya adalah timnas U-17) para penggemar sepakbola Indonesia tidak terlalu tertarik. Namun setelah penampilan apiknya pada gelaran AFF 2013 lalu, hingga berhasil merengkuh gelar juara, timnas U-19 mulai mengambil hati para penggemarnya. Terlebih lagi saat kualifikasi piala Asia 2014 dimana Evan Dimas cs tambil sangat heroik, bahkan tim langganan juara Asia sekelas Korea Selatan berhasil ditaklukan. Bukan hanya itu saja, permainan anak-anak asuh Indra Sjafri bahkan dinilai memiliki kesamaan dengan permainan tiki-taka a la Spanyol maupun total football ciri khas timnas belanda. Belum lagi serangkaian uji coba setelahnya, yang secara keseluruhan berakhir memuaskan. Bahkan ketika beruji coba dengan tim-tim dari timur tengah-pun, tim garuda jaya terlihat begitu perkasa. Saya sendiri takjub melihat timnas Indonesia kali ini mampu mengalahkan tim dari timur tengah.

Ok jika kita lihat dari kilas balik diatas, tim-tim yang pernah dihadapi oleh timnas U-19 bisa dibilang kualitasnya berbeda dengan tim-tim yang dihadapi di HBT. Tim yang dihadapi sebelumnya menurut saya kebanyakan memiliki kualitas yang jauh lebih baik seperti Korea Selatan dan tim-tim timur tengah seperti Uni Emirat Arab jika dibandingkan dengan tim asia tenggara yang dihadapi di HBT dan selebihnya memiliki kualitas yang hampir sama. Faktor kelelahan mungkin bisa menjadi faktor penyebab kekalahan yang paling logis, namun dalam tubuh timnas sendiri pasti sudah ada metode dari tim medis untuk meminimalisir hal tersebut, terlebih lagi turnamen diadakan setelah Idhul Fitri dimana pemain sebelumnya pasti sudah diberi libur. Kemudian jika kita lihat tim-tim yang dihadapi. Sungguh saat ironis sekali kita kalah dari negara yang selama ini sering jadi bulan-bulanan kita kalau bertemu, Kamboja. Tapi sungguh aneh ketika kita kalah dari Kamboja & Brunei namun kita mampu menang besar melawan Singapura(kayanya juga ikut ngalah juga) dan hampir menang melawan Malaysia.

Dalam hemat saya yang paling konyol, mungkin saja para tim pelatih dan pemain sudah sepakat untuk mengalah di beberapa pertandingan(vs Brunei, Vietnam dan Kamboja) tapi TIDAK dengan Malaysia, kenapa? Ingat kutipan pidato bung Karno:

“Kalau kita lapar itu biasa
 Kalau kita malu itu juga biasa
 Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!”

Nah, mungkin dari kata-kata inilah timnas U-19 tidak mengalah dari Malaysia. Sedangkan ketika melawan Singapura, karena barangkali sudah tidak menentukan, tim pelatih menginstruksikan “main seperti biasa, BANTAI!” dan hasilnya timnas U-19 menang besar.
Setelah membahas kemungkinan timnas mengalah di HBT, tentu jika kemungkinan tersebut benar adanya(iyeee kalo bener) maka kita tentu juga ingin mengetahui latar belakang dilakukannya skenario ‘mengalah’ tersebut.
·         Melatih mental pemain
Selama ini pertandingan yang dilalui Garuda Jaya kebanyakan selalu berakhir memuaskan. Maka tim mengambil inisiatif untuk sengaja mengalah untuk melatih mental. Dengan kekalahan, pemain dilatih untuk belajar bagaimana untuk bangkit lagi. Selain itu, tim ini telah menjadi primadona dan menjadi harapan baru bagi Indonesia, otomatis ketika tim ini menderita kekalahan(dan sayangnya cukup mencolok) maka akan menjadi sorotan dari seluruh lapisan masyarakat. Orang-orang akan berkomentar, memberi kritikan bahkan mengecam. Maka inilah saatnya para pemain berlatih mental untuk menghadapi tekanan dari luar lapangan. Cara ini mungkin cukup sadis memang.
·         Meracik strategi baru
Sejak sukses meraih titel AFF 2013 dan mengalahkan Korea Selatan di kualifikasi Piala Asia 2014, timnas U-19 menjadi sebuah kekuatan baru yang mulai diperhitungkan oleh tim lawan. Bahkan saya pernah membaca artikel, timnas Jepang bahkan sampai khawatir dengan munculnya kekuatan baru dari Asia Tenggara ini. Tidak heran pula banyak negara di Asia mulai penasaran dengan cara bermain timnas U-19, akhirnya tiap rekaman pertandingan yang telah dilalui mudah sekali diakses lewat Youtube. Lambat laun strategi timnas U-19 mulai dapat diimbangi. Hal ini sebenarnya pernah terjadi pada Barcelona era Pep Guardiola. Dimana di awal kepelatihan Pep, Barca tampil begitu mengerikan. Akan tetapi semusim setelahnya, strategi tiki-takanya dapat dijinakkan oleh strategi parkir bus yang diterapkan Jose Mourinho yang kala itu menangani Inter Milan. Dari kejadian ini, mau tidak mau Indra Sjafri harus meracik strategi yang baru dan skema alternatif. Namun biar bagaimana juga saya yakin Indra Sjafri pasti sudah menyiapkan strategi alternatif untuk persiapan piala Asia mendatang. Seperti apa itu? Kita tunggu saja.

Turnamen HBT sudah berlalu, kini saatnya berbenah. Dari PSSI dibantu tim HPU(High Performance Unit) sendiri sudah melakukan evaluasi terkait hasil buruk ini. Mari jadikan ini sebagai pelajaran bagi kita semua sebagai sebuah bangsa. Kemenangan memang tidak selamanya. Dari pembahasan diatas, mungkin tidak sepenuhnya benar. Saya hanya suporter timnas yang mencoba untuk berfikir positif dan masih percaya Indonesia akan kembali berjaya suatu saat nanti. Kekalahan di turnamen HBT 2014 yg lalu memang menyakitkan, namun selalu ada hikmah yang dapat kita ambil. Saya sendiri percaya kalau tim Garuda Jaya ini masih bisa memperoleh hasil yang maksimal di Piala Asia mendatang, karena saya yakin tim ini dibangun dari kejujuran, keikhlasan dan rasa nasionalisme. Mari kita satukan dukungan & berdoa untuk Timnas Indonesia, tidak hanya timnas U-19 namun juga timnas U-23 dan timnas senior yang juga akan menghadapi Asian Games dan AFF 2014.

Selamat berjuang para patriot sepakbola Indonesia
Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, kuyakin kita akan menang!!

“Jika ada hal lain yang sangat menakjubkan di dunia ini selain cinta, adalah sepakbola” oleh: Andrea Hirata(dikutip dari novel ‘Sebelas Patriot’)

Rabu, 16 Juli 2014

Bola Plastik & Garis Imajiner

Saat matahari condong ke barat. Maka permainan dimulai

Tak ada tiang2 canggih berteknologi garis gawang
Cukup 2 bongkah batu pembentuk garis imajiner yg menjadi gawang

Tak perlu bola mewah standar piala dunia
Cukuplah bola plastik yg jadi kawan kita

Tak perlu seorang pengadil bernama besar sekaliber collina
Cukup keikhlasan, keluguan & kejujuran kami yg menentukan hasil akhir laga

Dan saat senyuman2 manis itu mulai menghiasi laga
Seakan kami menjelma menjadi bintang dunia

Berlari, menendang bola, dan skor tercipta
Meninggalkan penjaga gawang yg hanya bisa terpana

Dan disaat surau kami mengumandangkan seruan untuk mengingat Tuhan Yang Maha Tinggi
Maka itulah peluit panjang tanda berakhirnya permainan kami

Dalam doa2 kami
Kami memohon suatu hari nanti
Salah satu dari kami
Akan membawa negeri tercinta ini
Mengangkat piala, di pentas tertinggi

#ForzaIndonesia #PrayForIndonesia #WeShallRaiseAgain #U19AsianCup2014 #AFF2014 #AsianGames2014

Selasa, 10 Juni 2014

Resensi film: Maleficent (2014)

film yang diangkat dari cerita dongeng sudah banyak menghiasi dunia perfilman dunia. biasanya film-film tersebut memvisualkannya berdasarkan cerita aslinya. namun sejak era sekitar 90-an para sineas film mulai berani untuk membuat film berdasarkan cerita dongeng yang sedikit dimodifikasi. tentu kita masih ingat tentang film Snow White and The Huntsman(2012) yang pada cerita aslinya sang putri salju merupakan sosok yang lemah lembut namun di film tersebut putri salju diubah menjadi sosok yang kuat dan tangguh. atau film Hansel & Gretel: Witch Hunter(2013) yang menceritakan kehidupan saudara kembar Hansel dan Gretel ketika dewasa setelah mereka diculik penyihir jahat, dimana setelah kejadian itu mereka menjadi pemburu monster yang garang. sama seperti 2 film yang disebutkan sebelumnya, Maleficent sendiri merupakan film yang dimodifikasi dari cerita aslinya.


Maleficent diangkat dari cerita dongeng yang berjudul The Sleeping Beauty yang dikarang oleh penulis prancis, Charles Perault. Sleeping Beauty sendiri bernah berkali-kali diangkat ke layar lebar salah satunya pada tahun 1959 dalam bentuk film animasi. jika kita melihat secara kasat mata, apalagi yang tahu alur dongeng Sleeping Beauty pasti kita akan menilai kalau film ini hanyalah sebuah adaptasi cerita dongeng dengan "dimeriahkan" bumbu visual efek dan animasi ala hollywood. pada awalnya, saya sebagai penonton mengira akan begitu & endingnya akan gampang sekali ditebak. namun ternyata, ada banyak kejutan di film ini, apalagi sang penyihir jahat, Maleficent(Angelina Jolie) yang menjadi tokoh sentral dalam film ini. 


film ini menceritakan sebuah "untold story" dari seorang penyihir jahat legendaris, Maleficent. dikisahkan bahwa sebelumnya Maleficent adalah seorang peri baik hati yang tinggal di Moors namun berubah menjadi jahat ketika seorang dari kerjaan manusia, Raja Stefan(Sharlto Copley) berkhianat kepadanya. akibatnya ketika putri dari Raja Stefan, Aurora lahir, Maleficent yang dibakar amarah dan dendam mengutuk puteri tersebut bahwa pada ulang tahunnya yang ke 16, dia akan tertidur selamanya akibat tertusuk jarum alat pemintal & hanya ciuman dari "cinta" sejatilah yang akan menyelamatkannya.

dari awal film diputar hingga adegan Maleficent mengutuk Aurora, semua penonton akan berpikir kalau film ini akan berakhir seperti cerita aslinya. dimana akan datang pangeran tampan yang akan menyelamatkan Aurora. akan tetapi dalam alur ceritanya nanti penonton akan dibuat sedikit
penasaran bagaimana film ini akan berakhir. apalagi dari judul film ini yang mem-plot sang penyihir jahat sebagai tokoh utama, tentu akan banyak sisi lain yang akan membuat para penonton akan sedikit terkejut. kira-kira apa saja sisi lain dari sang penyihir ini? tonton saja di bioskop terdekat di kota anda.

Rabu, 09 Oktober 2013

ketika Amerika diserang Teroris dalam film




Pada awal tahun 2013 perfilman Hollywood diramaikan dengan rilisnya dua film yang mengangkat tema yang sama. 'Olympus Has Fallen'(OHF) yang dirilis pada bulan maret dan 'White House Down'(WHD) di bulan juni. Uniknya 2 film yang jedanya tidak terlalu jauh ini mengangkat tema yang sama, yaitu penyerangan Gedung Putih(White House) oleh teroris. Tak tanggung-tanggung 2 film ini disutradarai oleh sutradara kawakan, Antoine Fuqua pada OHF dan Rolland Emmerich pada WHD. Jika melihat 2 nama besar itu tentu kita dapat membayangkan kalau 2 film ini menawarkan adegan-adegan laga yang penuh dengan desingan peluru dan juga ledakan-ledakan spektakuler. Fuqua memang telah dikenal sebagai sutradara spesialis film aksi, beberapa karyanya antara lain Shooter(2007), Tears Of The Sun(2003) dan Training Day(2001). Sedangkan Emmerich yang sempat mendapat julukan "Perusak Bumi" karena beberapa film garapannya yg bertemakan bencana antara lain Independence Day(1996), The Day After Tomorrow(2004) dan film kontroversial 2012(2009). Selain digarap oleh sutradaranya yg bertangan dingin, jangan lupakan juga deretan aktor/aktris yang bermain di kedua film. Olympus Has Fallen dibintangi oleh Gerrard Buttler, Aaron Eckhart dan Morgan Freeman sedangkan White House Down memasang duo Chaning Tatum dan Jamie Fox sebagai tokoh sentral. Disamping tema yang sama ada beberapa elemen-elemen dalam cerita yang memiliki kemiripan. berikut beberapa kesamaan dari kedua film tersebut.


Secret Service
Hampir di semua film yang mengangkat tema gedung putih selalu melibatkan para pasukan pengaman presiden yang disebut Secret Service sebagai elemen dalam alur cerita. begitu pula latar belakang dari kedua tokoh utama dari kedua film ini dimana keduanya merupakan anggota dari Paspampres Amerika tersebut. hanya bedanya jika dalam OHF Gerrard Butller merupakan anggota Secret Service yang dimutasi akibat kegagalan dalam suatu misi, sedangkan Chaning Tatum merupakan anggota Secret Service yang baru mendapatkan promosi karena berhasil menyelamatkan presiden. Namun di kedua film ini kita mungkin akan beranggapan kalau pasukan pengawal presiden ini sangat mudah sekali dilumpuhkan oleh para teroris.

Terrorist
dalam kedua film ini, kelompok terorisnya merupakan kelompok teroris yang cukup terlatih. Latar belakang teroris dari kedua film berbeda. jika OHF terorisnya berasal dari Korea Utara yang beranggotakan dari pasukan khusus negara tersebut, sementara pada WHD terorisnya merupakan teroris lokal yang terdiri dari pelaku kriminal kelas kakap, pasukan bayaran dan juga mantan anggota pasukan khusus Navy Seals. Namun uniknya teroris dari kedua film ini mengincar target yang sama, yaitu senjata nuklir yang kunci peluncurannya dipegang oleh Presiden Amerika. dalam kedua film ini para teroris juga sempat menguasai sistem peluncuran rudal nuklir yang nantinya akan ditembakkan ke negara-negara yang selama ini menjadi musuh dari Amerika Serikat sehingga dapat memicu perang dunia ketiga. 

Pengkhianat
Gedung Putih sempat dianggap sebagai tempat paling aman di dunia karena penjagaannya yang super ketat. namun dalam kedua film ini anggapan itu seakan hilang karena para teroris berhasil menguasai gedung ini dalam hitungan menit. hal ini tentu tak dapat dilakukan tanpa adanya bantuan dari orang dalam yang berkhianat. dalam 2 film ini para pengkhianat ini merupakan elemen penting dalam cerita. di kedua film ini para pengkhianat berasal dari pejabat tinggi negara dan juga dari anggota Secret Service.

"Speaker"
dalam kedua film tentu anda akan sering mendengar istilah 'Speaker'. dalam susunan kabinet Amerika Serikat sendiri Speaker merupakan jabatan yg tugasnnya menjalankan fungsi administratif dan prosedural dalam pemerintah. tokoh Speaker dalam kedua film ini memegang peranan penting dalam cerita. karena dalam cerita Speaker ini bertugas sebagai negosiator dan juga pengganti presiden karena presiden disandera oleh teroris. selain itu tokoh speaker ini juga membantu sang tokoh utama dalam upaya penyelamatan presiden.

munculnya kedua film ini seakan menyiratkan pesan bahwa negara sekuat apapun tak akan luput dari ancaman keamanan. selain itu film ini juga memberikan gambaran bagaimana negara adidaya seperti Amerika yang gencar menyuarakan pemberantasan teroris ternyata menjadi sasaran empuk teroris itu sendiri. disini juga kita bisa melihat bagaimana militer Amerika yang kekuatan militernya paling canggih sekalipun dapat dibuat kerepotan oleh sekelompok teroris yang jumlahnya relatif sedikit. namun seperti pada film-film hollywood pada umumnya, selalu muncul seseorang yang menjadi pahlawan yang entah bagaimana caranya seorang diri bisa membasmi para teroris. tetapi dibalik itu semua, kedua film ini menawarkan ketegangan yg memacu adrenalin dari awal hingga akhir cerita. kedua film ini kompak sama-sama mendapat rating 6.4 pada poling yang dipublikasikan oleh situs IMDB. biar begitu, baik Olympus Has Fallen maupun White House Down bisa jadi pilihan bagus bagi anda para penggemar film aksi. selamat menonton.